Rabu, 21 Desember 2016

[Review] Tomodachi by Winna Efendi



Judul: Tomodachi
Penulis: Winna Efendi
Penerbit: GagasMedia
Tahun terbit: 2014
Jumlah Halaman: 362 hlm
ISBN: 979-780-732-0
Genre: Friendship | Drama | Teenlit











~

“Saaat merasa  keletihan dan ingin berhenti, saat dunia berputar dan pandangan buram, yang perlu dilakukan adalah menghitug dalam hati.”_ hlm149

Sinopsis Back Cover



Pernahkah kau bertemu seorang perempuan yang tak pernah lelah menyalakan harap di hatinya? Dalam Tomodachi, kau akan bertemu perempuan itu. Perempuan biasa, tetapi punya harap luar biasa. Baginya, berlari dan menemukan garis akhir adalah sebuah keharusan. Tidak akan ada kata menyerah.

Pernahkah kau memiliki seseorang yang selalu bisa menghapus cerita sedihmu? Dalam Tomodachi, kau akan menemukan tangan-tangan yang terikat pada satu kata: sahabat. Mereka yang keberadaannya membuat kau tak lagi merisaukan hari esok yang mungkin masih gelap.

Juga dalam Tomodachi, kau akan bertemu seorang laki-laki yang berlari dengan sepasang sayap. Yang selalu mengejar garis akhir, tetapi tak pernah ragu untuk diam sejenak menunggu.

Tomodachi dipersembahkan untukmu yang sedang melewati masa-masa pahit-manis dalam cinta dan persahabatan. Juga untuk setiap orang yang pernah melewati dan merindukannya.


Selamat menyusuri kisahnya.

—Editor S.C.H.O.O.L


~


“Satu detik dapat berarti menang dan kalah, satu detik dapat menjadikanmu juara, atau membuatmu kehilangan sesuatu yang telah kau perjuangkan selama bertahun-tahun.” _ hlm 272



            Tomomi memutuskan untuk masuk ke sekolah Katakura Gakuen karena ingin satu sekolah dengan pria pujaan hatinya, Kazuya Hasegawa. Saat berhasil masuk, ia langsung mendaftar untuk menjadi manajer klub sepak bola –di mana, Hasegawa menjadi tim inti dalam klub ini. Tapi sayangnya ia gagal. Seorang gadis bernama Thabita mendahului langkahnya. Hal itu membuat Tomomi harus menerima rasa kecewa. Tomomi tak bersemangat sekolah. Ia seolah kehilangan arah. Tetapi Chiyo selalu mendukungnya dengan semua kemungkinan kecil yang nampak menjadi besar. Pada kenyataannya, Hasegawa memang sulit untuk diraih. Disaat perjuangan mendekati Hasegawa berlangsung, satu per satu teman hadir dalam kehidupannya. Chiyo sahabat sejatinya, Tomoki yang ceria, Ryuu yang pendiam dan Thabita yang sangat baik. Mereka hadir, bersama, melewati masa remaja yang penuh dengan cinta dan mimpi.


“Kesedihan ada untuk dilepaskan, bukan untuk disimpan. Untuk setiap kesedihan, akan ada kebahagiaan baru yang dapat menggantikannya.” _  hlm 109


~



Tulisan kak Winna Efendi memang khas. Sekali aku membuka novelnya di toko buku lalu membaca beberapa paragraf, aku selalu berdecak.
“Ah, khas kak Winna.”
Dari semua novel yang ia tulis, aku baru membaca dua novel. Refrain dan Tomodachi. Saat membaca Refrain, aku jatuh hati dengan novel itu dan memutuskan untuk membaca novel kak Winna yang lain.
Liburan semester pertama ini,  aku mulai membaca karyanya yang berjudul Tomodachi. Novel ini sendiri  menceritakan tentang persahabatan, cinta dan mimpi. Terdengar klise memang. Tapi dengan pembawaan kak winna yang selalu seperti biasa, novel sederhana ini tampak memikat. Apalagi dengan desain cover dan layout yang keren.
Omong-omong, novel ini adalah series SCHOOL (Seven Complicated Hours of Our Life) dari Gagasmedia. Tapi tenang aja, novel ini berdiri sendiri. Jadi kalian nggak perlu takut harus membaca buku seri yang lainnya.



Saat waktunya tepat, aku ingin berlari kepadamu, mengucapkan "aku suka padamu." Sampai waktu itu tiba, aku akan menyimpan perasaan ini baik-baik.



Saat membacanya aku langsung terbuai masuk ke dalam cerita. Tapi kesan remaja yang disuguhkan nggak kerasa banget, mungkin karena latarnya di negara Jepang. Tiap adegan persahabatan Tomomi dan kawan-kawan juga agak kurang terdeskripsikan. Hanya dijelaskaan oleh Tomomi selaku pembawa cerita –pake sudut pandang ke satu.
Hal yang aku suka dari novel ini adalah adanya –bahkan banyak- bahasa Jepang yang disisipkan dalam tiap adegan. Kak Winna begitu piawai menarik pembaca masuk dan merasakan bagaimana hidup di negeri Jepang dengan empat musimnya yang khas.
Memang, di novel ini kak Winna lebih menonjolkan unsur persahabatan dan mimpi, tapi tenang aja. Kisah cinta juga hadir untuk mengimbanginya. Dengan banyak quotes yang disuguhkan kak Winna, dijamin kalian pasti klepek-klepek. Gila banget! Quotes-nya itu kayak kalimat motivasi.
Pokoknya, novel ini Recommended!


“Perasaan bisa memudar seiring waktu, tetapi ada beberapa hal yang tidak akan pernah hilang, perasaan yang pantas untuk diperjuangkan. Pertanyaannya adalah, perasaanmu untuknya jatuh dalam kategori yang mana? Tanyakanlah hal itu pada dirimu sendiri,  dan kau akan tahu apa yang harus kau lakukan.” _  hlm 340








Finally,
4 bintang untuk novel ini.





Regards

Puspa Im



Tidak ada komentar:

Posting Komentar