Sabtu, 03 Desember 2016

[Review] Anonymous Letter by Salsadzwana








Judul: [Fantasteen] Anonymous Letter
Penulis : Salsadzwana
Penerbit : DAR! Mizan
Tahun terbit : 30 Juli 2015
Jumlah halaman: 180 halaman








Sinopsis Back Cover

Kapan terakhir kali kamu menerima surat? Kebanyakan surat tidak lagi datang dalam kotak surat. Sebagian surat kita baca dan balas sepintas. Sebagian lainnya kita biarkan tidak terbaca.
Ada surat yang sampai di rumah setiap bulan. isinya sejumlah angka dan sederet perhitungan yang kerap membuat wajah orangtuamu cemberut. Kalau sudah begitu, kamu tahu ini bukan saatnya minta uang jajan.
Aku berharap kamu masih menerima surat yang ditulis dengan tangan. Amplop membungkus lembaran perasaan sayang pengirim surat itu rapat-rapat. Hatimu melonjak karena tahu surat itu tertuju padamu seorang. Kamu mengendus-endusnya walaupun kertas surat itu tidak wangi.
Namun ada juga surat yang ditulis dengan tinta darah. Entah siapa pengirimnya. Namun jelas bahwa dia ingin menghujani hidupmu dengan ancaman. Ketika kata-kata keji mulai jadi kenyataan, kamu hanya bisa menutup mata sambil bertanya, "Ke mana kaki mesti berlari?"


~

Awalnya hidup Kylie biasa saja seperti anak SMP seusianya. Hingga akhirnya surat kaleng sering datang dan merubah hidupnya yang tentram menjadi menakutkan. Sosok misterius selalu hadir disetiap harinya. Lalu teror semakin memburuk dengan kejadian menakutkan yang hampir merenggut nyawanya.
Lantas, siapa pelaku teror tersebut? Karena pada kenyataannya, kylie tidak pernah memiliki musuh walau satu orang pun.




"Habis kesialan, terbitlah keberuntungan." _ hlm 38



Yah, dalam cerita sosok sahabat selalu menjadi penyempurna -walau pada kehidupan nyata sahabat sempurna itu ilusi. Sama halnya dengan Yuka yang selalu ada di samping Kylie. Kesialan apapun yang menghampirinya, Yuka selalu hadir menjadi keberuntungan.


"Aku hanya ingin selalu berfikir positif agar hidupku menjadi tenang." _ hlm 62


Satu hal yang dapat kita ambil dalam cerita ini adalah kemampuan kylie yang pandai menyembunyikan aksi teror dari kedua orangtuanya dan bagaimana cara gadis itu menangani rasa takutnya sendirian sambil berfikir positif.
                                                                                                                
~

Aku sangat suka membaca novel dalam berbagai genre. Tetapi tidak pernah terlintas dalam pikiranku untuk membaca novel seri fantasteen. Pemikiran awalku tentang fantasteen adalah 'Novel anak’  dan berarti, hanya anak-anak yang boleh membacanya.
Anonymous Letter adalah novel kedua fantasteen yang aku baca. Dari novel pertama -Life karya Adhisa F, novel ini tampaknya tidak mematahkan pemikiran awalku mengenai novel fantasteen. Cerita fantasteen selalu ringan -bahkan mungkin sangat ringan. Padahal, imajinasiku membutuhkan cerita yang bisa membuat aku benar-benar berfikir dan memvisualkan diksi yang ditulis oleh penulis. Kali ini saya mencoba keluar dari zona nyaman, tapi hasilnya... ah.
Sebenarnya kebahasaan novel Anonymous Letter terbilang bagus dengan sedikit taburan diksi yang membuat cerita tidak monoton begitu saja. Walau penulisnya masih muda a.k.a setahun lebih tua dariku, novel ini layak dibaca oleh teman-teman semua. Walau jujur, aku sedikit merasa kurang dengan tiap adegan yang disajikan penulis. Seolah dikejar sesuatu, terburu-buru. Rasanya kurang greget gimana... gitu. Apalagi ide cerita penculikan sudah klise untuk novel fantasteen. Jadi, kesan misterinya nggak dapet. Buktinya tebakanku bener soal pria misterius yang meneror kylie.
Satu adegan yang menyebalkan menurutku adalah saat Yuka hilang dan Kylie langsung mencarinya ke tengah hutan. Padahal, anak-anak seusianya pasti akan membangunkan orangtuanya terlebih dahulu lalu bertanya kemana Yuka. Tapi di sini, tanpa ba-bi-bu Kylie langsung mencari Yuka. Hey, ini hutan right?
Tapi aku menemukan bakat penulis di sini. Jika dikembangkan dengan baik, Salsadzwana bisa menerbitkan karya keren di kemudian hari.
Ada satu pertanyaan yang terus mengganjal dalam pikiranku tentang novel ini.
Siapa yang membunuh orang suruhan Jack. Jika makhluk dalam gua, apa hubungannya dengan rangkaian cerita di novel ini?
Kayaknya aku salah fokus hingga nggak nemu jawabannya. Kkkk-

Jadi, dua bintang untuk novel ini  :)



Regards

Puspa_Im

2 komentar:

  1. Alhamdulillah. Terimakasih banyak Puspa untuk ulasannya. Benar-benar kritik yang membangun. Terimakaih juga sudah membaca bukuku. Tunggu karyaku selanjutnya yaaa :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama. Semangat nulisnya, ya ^^ Ditunggu karya selanjutnya 😊

      Hapus