Judul:
[Fantasteen] Anonymous Letter
Penulis
: Salsadzwana
Penerbit
: DAR! Mizan
Tahun
terbit : 30 Juli 2015
Jumlah
halaman: 180 halaman
Sinopsis
Back Cover
Kapan terakhir
kali kamu menerima surat? Kebanyakan surat tidak lagi datang dalam kotak surat.
Sebagian surat kita baca dan balas sepintas. Sebagian lainnya kita biarkan
tidak terbaca.
Ada surat yang
sampai di rumah setiap bulan. isinya sejumlah angka dan sederet perhitungan
yang kerap membuat wajah orangtuamu cemberut. Kalau sudah begitu, kamu tahu ini
bukan saatnya minta uang jajan.
Aku berharap
kamu masih menerima surat yang ditulis dengan tangan. Amplop membungkus
lembaran perasaan sayang pengirim surat itu rapat-rapat. Hatimu melonjak karena
tahu surat itu tertuju padamu seorang. Kamu mengendus-endusnya walaupun kertas
surat itu tidak wangi.
Namun ada juga surat yang ditulis dengan tinta
darah. Entah siapa pengirimnya. Namun jelas bahwa dia ingin menghujani hidupmu
dengan ancaman. Ketika kata-kata keji mulai jadi kenyataan, kamu hanya bisa
menutup mata sambil bertanya, "Ke mana kaki mesti berlari?"
~
Awalnya hidup Kylie biasa saja seperti anak SMP seusianya. Hingga akhirnya
surat kaleng sering datang dan merubah hidupnya yang tentram menjadi
menakutkan. Sosok misterius selalu hadir disetiap harinya. Lalu teror semakin
memburuk dengan kejadian menakutkan yang hampir merenggut nyawanya.
Lantas, siapa pelaku teror tersebut? Karena pada kenyataannya, kylie tidak
pernah memiliki musuh walau satu orang pun.
"Habis kesialan, terbitlah keberuntungan." _ hlm 38
Yah, dalam cerita sosok sahabat selalu menjadi penyempurna -walau pada
kehidupan nyata sahabat sempurna itu ilusi. Sama halnya dengan Yuka yang selalu
ada di samping Kylie. Kesialan apapun yang menghampirinya, Yuka selalu hadir
menjadi keberuntungan.
"Aku hanya ingin selalu berfikir positif agar hidupku menjadi tenang." _ hlm 62
Satu hal yang dapat kita ambil dalam cerita ini adalah kemampuan kylie yang
pandai menyembunyikan aksi teror dari kedua orangtuanya dan bagaimana cara gadis
itu menangani rasa takutnya sendirian sambil berfikir positif.
~
Aku sangat suka membaca novel dalam berbagai genre. Tetapi tidak pernah
terlintas dalam pikiranku untuk membaca novel seri fantasteen. Pemikiran awalku
tentang fantasteen adalah 'Novel anak dan berarti, hanya anak-anak yang boleh
membacanya.
Anonymous Letter adalah novel kedua fantasteen yang aku baca. Dari novel
pertama -Life karya Adhisa F, novel ini tampaknya tidak mematahkan pemikiran
awalku mengenai novel fantasteen. Cerita fantasteen selalu ringan -bahkan
mungkin sangat ringan. Padahal, imajinasiku membutuhkan cerita yang bisa
membuat aku benar-benar berfikir dan memvisualkan diksi yang ditulis oleh penulis.
Kali ini saya mencoba keluar dari zona nyaman, tapi hasilnya... ah.
Sebenarnya kebahasaan novel Anonymous Letter terbilang bagus dengan sedikit
taburan diksi yang membuat cerita tidak monoton begitu saja. Walau penulisnya
masih muda a.k.a setahun lebih tua dariku, novel ini layak dibaca oleh
teman-teman semua. Walau jujur, aku sedikit merasa kurang dengan tiap adegan
yang disajikan penulis. Seolah dikejar sesuatu, terburu-buru. Rasanya kurang
greget gimana... gitu. Apalagi ide cerita penculikan sudah klise untuk novel
fantasteen. Jadi, kesan misterinya nggak dapet. Buktinya tebakanku bener soal
pria misterius yang meneror kylie.
Satu adegan yang menyebalkan menurutku adalah saat Yuka hilang dan Kylie langsung
mencarinya ke tengah hutan. Padahal, anak-anak seusianya pasti akan
membangunkan orangtuanya terlebih dahulu lalu bertanya kemana Yuka. Tapi di
sini, tanpa ba-bi-bu Kylie langsung mencari Yuka. Hey, ini hutan right?
Tapi aku menemukan bakat penulis di sini. Jika dikembangkan dengan baik,
Salsadzwana bisa menerbitkan karya keren di kemudian hari.
Ada satu pertanyaan yang terus mengganjal dalam pikiranku tentang novel
ini.
Siapa yang membunuh orang suruhan Jack. Jika makhluk dalam gua, apa
hubungannya dengan rangkaian cerita di novel ini?
Kayaknya aku salah fokus hingga nggak nemu jawabannya. Kkkk-
Jadi, dua bintang untuk novel ini :)
Regards
Puspa_Im

Alhamdulillah. Terimakasih banyak Puspa untuk ulasannya. Benar-benar kritik yang membangun. Terimakaih juga sudah membaca bukuku. Tunggu karyaku selanjutnya yaaa :)
BalasHapusSama-sama. Semangat nulisnya, ya ^^ Ditunggu karya selanjutnya 😊
Hapus