Sabtu, 07 Januari 2017

[Review] CallaSun by Yuli Pritania





Judul: CallaSun
Penulis: Yuli Pritania
Penerbit: Grasindo
ISBN: 978-602-251-619-4
Rating: ☆☆☆☆

Sinopsis Back Cover

IAN

Ada seorang wanita. Kiera. Kepada siapa aku menghabiskan nyaris separuh hidupku untuk jatuh cinta. Lalu ada wanita ini, yang datang tiba-tiba, merangsek masuk tanpa peringatan, mengguncang semuanya. Dan mendadak saja… rencana untuk mendapatkan wanita yang kucintai, tidak lagi menarik mata.

CALLA

Sepuluh tahun awal kehidupanku berlalu tanpa mengenalnya, lima tahun kemudian habis untuk mengaguminya, lalu delapan tahun memendam rasa suka. Dan saat kemudian aku benar-benar berdiri di hadapannya, apa lagi yang bisa terjadi padaku selain jatuh cinta?



Tidak ada namanya bahagia saat melihat orang yang kau cintai bahagia. Itu hanya berlaku di dalam cerita. Aku… harus mendapatkannya.

~


Calla kembali ke Indonesia untuk bertemu dengan Ian, pria yang telah dijodohkan dengannya sejak kecil. Tentu ia senang bukan kepalang. Pasalnya, selama ini ia hanya bisa membayangkan sosok Ian dalam imajinasi -sebagai pangeran berkuda putihnya. Tapi sekarang, ia bisa bertemu pria itu sesuka hatinya. Baik di rumah, maupun di kantor.

"Kalau kau masih ingin tetap menyukaiku, lanjutkan saja. Itu hakmu." Hlm 50

Sayangnya, Ian tidak memiliki perasaan yang sama padanya. Pria itu menyukai Kiera, temannya sejak kecil dan terjebak friendzone. Tapi Kiera memiliki lelaki lain yang disukai. Calla bersorak senang. Gadis itu terus berusaha mendekati Ian dengan segala cara.
Waktu terus bergulir, hingga akhirnya Kiera bukan milik siapa-siapa lagi dan respon Ian terhadap Calla sangat buruk, gadis itu takut jika Ian benar-benar akan memilih Kiera dan menghancurkan mimpinya tentang pria itu.
Lantas, siapa yang Ian pilih?

~

CallaSun adalah karya pertama Yuli Pritania yang aku baca. Pernah baca beberapa fanfictionnya di blog dan merasa terkesan. Awalnya aku kira ini bukan novel bertema perjodohan. Ternyata genre kesukaanku banget.
Kak Yuli yang terkenal -di dunia fanfiction- pandai meramu cerita dengan setting Korea, kini menulis cerita bersetting Indonesia. Katanya, ini novel pertamanya bersetting Indonesia. Well, aku terkesan karena dia sangat piawai menulis novel ini. Penuturannya memang terkesan fanfiction banget, tapi terasa cocok dipadukan dengan setting dan budaya Indonesia.
CallaSun mempertemukan aku dengan Ian si arogan yang baik hati dan Calla si cerewet yang terlampau polos. Mereka terjebak dalam pertunangan dengan cinta sepihak.
Aku suka dengan keceriaan Calla dam kesinisan Ian yang bertolak belakang namun tampak serasi. Apalagi adegan di novel ini bikin aku ketawa ketiwi nggak jelas. Sayangnya, konflik yang kak Yuli kasih sangat ringan. Bahkan mungkin tidak ada konflik karena aku nggak nangis dan nggak marah saat baca novel ini, eh.

~

Quotes


Buat kamu pemburu quotes, novel ini juga banyak lho quotes menariknya, terutama perihal cinta.


"Seperti apa pun kuatnya, perasaan manusia memiliki kecenderungan untuk selalu berubah arah." Hlm 143


"Kadang apa yang ada di depan matamu bukanlah kenyataan yang sebenarnya." Hlm 198


"Ada waktu di mana manusia harus menyadari posisi mereka masing-masing. Ada saatnya perjuangan benar-benar harus berhenti." Hlm 197




"Bagaimana caranya cinta dijabarkan saat hanya dengan malihat kehadirannya saja kau sudah merasa puas?" Hlm 220


"Seharusnya seseorang memberi tahu bahwa bagian tersulit dari jatuh cinta adalah merindukan seseorang setengah mati sampai membuat napas sesak." Hlm 210




Gimana? Quotesnya bikin greget 'kan?

Overall, Empat bintang untuk CallaSun.

Regards 
Puspa Im

Tidak ada komentar:

Posting Komentar